MAKASSAR | KATA-KITA.ID – Dugaan korupsi dana aspirasi yang menyeret nama mantan anggota DPR RI Sarce Bandaso Tandiasik kembali menuai sorotan publik. Kasus yang diduga turut melibatkan Kepala Lembang Pa’tengko, Arianto Batara, kini memasuki babak tekanan lanjutan dari salah satu organisasi pegiat anti korupsi SHCW.
Ketua Umum Sultan Hasanuddin Corruption Watch (SHCW), Ewaldo Aziz mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) dalam waktu dekat.
Hal tersebut kata Ewaldo, adalah sebagai tindak lanjut atas laporan resmi yang telah mereka layangkan ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) beberapa waktu lalu.
Ewaldo Aziz, menegaskan bahwa langkah tersebut diambil karena penanganan perkara di tingkat daerah dinilai belum menunjukkan progres yang jelas dan transparan.
“Kami sudah melaporkan dugaan kasus ini ke Kejagung RI. Dalam waktu dekat, SHCW akan turun ke jalan dan mendatangi Kejati Sulsel untuk mendesak agar perkara ini segera dituntaskan,” tegas Ewaldo Aziz, Jumat 30 Januari 2026.
Menurutnya, dugaan korupsi dana aspirasi ini menyangkut uang rakyat yang dialokasikan untuk pembangunan di wilayah Lembang Pa’tengko dan sejumlah daerah di Tana Toraja.
Namun, dalam pelaksanaannya, proyek-proyek tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi teknis, baik dari sisi kualitas maupun volume pekerjaan, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara.
Ewaldo menilai, keterlibatan nama mantan anggota DPR RI dan kepala lembang merupakan indikasi serius yang tidak boleh diabaikan.
Karena itu, ia mendesak Kejati Sulsel untuk segera memanggil dan memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat, serta membuka secara terang-benderang alur pengelolaan dan penggunaan dana aspirasi tersebut.
“Aksi ini adalah bentuk peringatan. Jika penegakan hukum mandek, kami akan terus melakukan tekanan publik. Tidak boleh ada hukum yang tumpul ke atas dan tajam ke bawah,” ujarnya.

















