KATA-KITA.ID | TANA TORAJA – Pihak manajemen PT Kencana Hijau Bina Lestari (PT KHBL) memberikan klarifikasi terkait peristiwa pohon tumbang yang menewaskan seorang buruh penyadap getah pinus di Lembang Balepe, Kecamatan Malimbong Balepe, Kabupaten Tana Toraja, Minggu (15/03/2026).
Melalui keterangan resminya, pimpinan PT KHBL, Alvon menyampaikan rasa duka cita atas musibah yang terjadi di kawasan hutan pinus tersebut.
“Kami sebelumnya menyampaikan turut berduka cita atas musibah yang terjadi di Balepe,” demikian pernyataan pihak manajemen PT KHBL dalam konfirmasi yang diterima KATA-KITA, Senin (16/03/2026) sore.
BACA JUGA: Nyawa Buruh Penyadap Getah Pinus Kembali Melayang, Satu Pekerja PT KHBL Tewas Tertimpa Pohon
Pihak perusahaan juga menegaskan bahwa korban yang meninggal dunia bukan merupakan karyawan PT KHBL, melainkan pekerja dari pihak mitra atau rekanan yang melakukan aktivitas penyadapan getah pinus di kawasan tersebut.
“Korban yang meninggal dunia merupakan pekerja dari Bapak Turman yang merupakan mitra kerja atau rekanan KHBL, dan bukan karyawan atau pekerja KHBL,” jelas pihak perusahaan.
Meski demikian, PT KHBL menyatakan tetap hadir dalam proses penanganan kejadian tersebut sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan.
Pihak perusahaan mengaku turut membantu proses penanganan musibah agar dapat segera ditangani dengan baik, termasuk dalam proses evakuasi dan penanganan korban.
“Dalam hal ini KHBL hadir sebagai bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan dengan membantu proses penanganan agar dapat segera dilakukan dengan baik,” lanjut pernyataan tersebut.
Meski demikian, peristiwa yang kembali menelan korban jiwa ini memunculkan pertanyaan publik terkait pengawasan aktivitas penyadapan pinus serta standar keselamatan kerja bagi para buruh yang bekerja di kawasan hutan tersebut.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa pohon tumbang akibat hujan lebat disertai angin kencang menimpa sebuah gubuk pekerja penyadap getah pinus di kawasan hutan Biang, Lembang Balepe.
Akibat kejadian tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka berat.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian publik terkait keselamatan pekerja penyadap getah pinus yang bekerja di kawasan hutan, terutama saat menghadapi kondisi cuaca ekstrem.


































