Example floating
Example floating
BeritaDaerah

Luput Perhatian Pemkab Tator, Warga Rantedada–Pakala Bangun Jalan Sendiri

×

Luput Perhatian Pemkab Tator, Warga Rantedada–Pakala Bangun Jalan Sendiri

Sebarkan artikel ini

TANA TORAJA | KATA-KITA – Ketika pemerintah daerah abai, masyarakat memilih bergerak sendiri. Bertahun-tahun tak tersentuh pembangunan, jalan poros Rantedada–Pakala, Kecamatan Mengkendek, akhirnya diperbaiki secara swadaya oleh warga.

Selama lima hari berturut-turut, 27–31 Januari 2026, ratusan warga dari Lembang Rantedada dan Lembang Pakala bergotong royong memperbaiki jalan penghubung vital sepanjang kurang lebih 350 meter.

Pasang iklan Disini
Pasang Iklan Disini

Sedikitnya terdapat empat titik jalan dengan tingkat kerusakan berat yang menjadi fokus pengerjaan warga. Kondisi jalan di titik-titik tersebut berlubang, licin, dan berada di tanjakan curam, sehingga sangat menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat saat melintas.

Kevin, salah satu warga yang terlibat langsung dalam kerja bakti, mengungkapkan bahwa jalan tersebut sudah sangat lama tidak tersentuh pembangunan oleh pemerintah daerah.

“Sudah lama sekali ini jalan tidak diperbaiki. Kalau lewat itu setengah mati, apalagi di tanjakan. Makanya warga memilih untuk swadaya,” ujar Kevin, Minggu 01 Februari 2026.

Menurut Kevin, jalan poros Rantedada–Pakala merupakan akses vital yang setiap hari digunakan untuk aktivitas ekonomi, pertanian, pendidikan, dan pelayanan sosial. Namun ironisnya, meski berstatus sebagai jalan milik pemerintah kabupaten, kondisinya dibiarkan rusak bertahun-tahun tanpa penanganan serius.

“Atas dasar itu, masyarakat dari dua lembang tersebut akhirnya berinisiatif mengumpulkan dana, material, dan tenaga secara gotong royong demi memperbaiki empat titik jalan yang paling parah dan berbahaya,” jelas Kevin.

Ditambahkan Kevin bahwa semua biaya yang digunakan berasal dari patungan warga dan donatur, baik dari dalam maupun luar daerah. Bantuan tidak hanya berupa uang, tetapi juga material bangunan seperti semen, pasir, chipping, serta kebutuhan konsumsi.

“Anggarannya tidak bisa dihitung pasti karena sebagian besar bantuan berupa material dan konsumsi. Tapi masyarakat tetap kompak karena ingin menikmati jalan yang selama ini dicueki pemerintah,” tegasnya.

Warga berharap, aksi swadaya ini dapat membuka mata Pemerintah Kabupaten Tana Toraja agar segera turun tangan melakukan perbaikan permanen melalui pengaspalan, sehingga akses vital masyarakat tidak lagi bergantung pada urunan rakyat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *