KATA-KITA.ID | TANA TORAJA – Peristiwa pohon tumbang kembali merenggut korban di kawasan hutan pinus Lembang Balepe, Kecamatan Malimbong Balepe, Kabupaten Tana Toraja, Minggu malam (15/03/2026). Dalam kejadian tersebut, seorang buruh penyadap getah pinus dilaporkan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya mengalami luka berat.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WITA saat wilayah tersebut dilanda hujan lebat disertai angin kencang yang menyebabkan sebuah pohon besar tumbang dan menimpa gubuk tempat tinggal para pekerja penyadap getah pinus.
Korban luka diketahui bernama Mulyana (33), seorang buruh penyadap getah pinus yang berasal dari Bojong Neros Legok, Kelurahan Legok, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Sementara itu, korban meninggal dunia diketahui bernama Dahrun, yang juga bekerja sebagai buruh penyadap getah pinus. Hingga kini identitas lengkap korban masih dalam proses pendataan karena saat kejadian korban sempat berada di dalam kawasan hutan dan proses evakuasi masih berlangsung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para korban dan saksi merupakan pekerja di PT Kencana Hijau Bina Lestari (KHBL) yang bekerja sebagai buruh penyadap getah pinus di kawasan Biang, Lembang Balepe.
Para pekerja tersebut diketahui tinggal sementara di dalam kawasan hutan dengan menempati gubuk-gubuk sederhana yang jaraknya berjauhan satu sama lain.
Menurut keterangan awal dari korban luka, saat kejadian dirinya terlebih dahulu tiba di gubuk untuk memasak nasi, sementara rekan-rekan lainnya masih berada di lokasi kerja.
Sekitar pukul 16.00 WITA, hujan lebat disertai angin kencang mulai melanda kawasan hutan tersebut. Saat korban sedang memasak, tiba-tiba sebatang pohon besar tumbang dan langsung menimpa gubuk tempat korban berada.
Korban mengaku tidak lagi mengingat secara jelas kejadian setelah gubuk tersebut tertimpa pohon.
Para saksi baru mengetahui kejadian tersebut setelah hujan mulai reda dan kemudian mendatangi lokasi gubuk korban. Setelah itu korban ditemukan dalam keadaan luka dan segera dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan.
Tragedi Serupa Pernah Terjadi
Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi di kawasan kerja penyadapan getah pinus di Tana Toraja.
Sebelumnya, kejadian serupa pernah terjadi pada Selasa (16/11/2021) di lokasi penyadapan getah pinus milik PT Kencana Hijau Bina Lestari (PT KHBL) yang berada di Lembang Sendana, Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja.
Dalam kejadian tersebut, dua pekerja penyadap getah pinus dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang.
Kedua korban diketahui bernama Yohanis Tanggaran alias Papa Ela (45) dan Darius Tappi’ (54), yang merupakan warga Desa Sibanawa, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa.
Peristiwa saat itu diduga berkaitan dengan kondisi pohon pinus yang sudah tidak kuat lagi akibat aktivitas penyadapan getah yang dilakukan secara brutal yang tidak sesuai SOP.
Tragedi yang kembali terjadi ini memunculkan perhatian terhadap keselamatan para buruh penyadap getah pinus yang bekerja di kawasan hutan, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Pimpinan PT Kenacana Hijau Bina Lestari (KHBL), Alvon saat dikonfirmasi belum memberikan respon.


































