TANA TORAJA | KATA-KITA.ID — Warga Lembang Simbuang, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di area kebun pada Rabu, 21 Januari 2026, sekitar pukul 15.00 WITA.
Korban diketahui bernama Elias Tandilintin (56), warga RT Batatan, Dusun Buasan, Lembang Simbuang. Jenazah korban ditemukan dalam kondisi tertutup semak-semak dan ranting pohon di area kebun yang berada tidak jauh dari pemukiman warga.
Kasat Reskrim Polres Tana Toraja IPTU Syahruddin, S.H., M.H. menjelaskan, setelah menerima laporan warga, Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tana Toraja yang dipimpin AIPDA Rangga Wirinda, S.H. langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Korban sebelumnya dilaporkan meninggalkan rumah sejak Sabtu, 17 Januari 2026, dan tidak kembali. Keluarga bersama warga kemudian melakukan pencarian hingga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ungkap IPTU Syahruddin.
Berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir kali terlihat berjalan seorang diri menuju arah lokasi penemuan jenazah pada Sabtu pagi. Saksi lain turut membantu proses pencarian hingga akhirnya korban ditemukan sekitar empat hari kemudian dalam kondisi mulai membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap.
Hasil olah TKP menunjukkan, jenazah korban ditemukan di area kebun dengan kemiringan tanah sekitar 45 derajat, berdekatan dengan jalan setapak yang menghubungkan Dusun Buasan dan Dusun Simbuang. Di sekitar lokasi juga ditemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, di antaranya tas hitam berisi pisau dapur, buku bacaan, senter, sandal, dan rokok.
Pemeriksaan luar terhadap jenazah dilakukan oleh tim medis Puskesmas Tampo dan Klinik Adelweis Polres Tana Toraja, dipimpin IPDA dr. Dwi Mindri Manda. Dari hasil pemeriksaan, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 3 hingga 5 hari sebelum ditemukan.
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan,” jelas pihak medis.
Dari keterangan keluarga dan pihak medis, korban diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes dan hipertensi, dan selama ini menjalani rawat jalan di Puskesmas Tampo. Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, polisi menduga korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya kambuh saat hendak menuju rumah kerabatnya.
Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan pemeriksaan dalam.
Seluruh rangkaian kegiatan kepolisian di lokasi berakhir pada pukul 23.30 WITA dalam keadaan aman dan kondusif. (*)

















