MAKASSAR, KATA-KITA.ID — Seorang pria berinisial AR (40), warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan, ditemukan meninggal dunia di dalam bus pariwisata yang baru tiba di Kota Makassar, Selasa (13/1/2026).
Peristiwa tersebut terjadi saat bus yang ditumpangi korban berhenti di wilayah hukum Polsek Panakkukang. Korban diketahui menumpang bus pariwisata dari Kabupaten Tana Toraja menuju Kota Makassar.
Informasi awal yang diterima kepolisian menyebutkan bahwa korban sempat dilaporkan tidak sadarkan diri oleh pihak pengelola bus. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian dengan mendatangi lokasi kendaraan.
Namun, saat petugas kepolisian bersama piket SPKT Polsek Panakkukang tiba di lokasi, korban diketahui telah meninggal dunia.
Jenazah AR selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk dilakukan pemeriksaan awal guna memastikan penyebab kematian.
Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan
Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Nasrullah Muntu, mengatakan laporan awal dari pihak bus menyebut korban sempat mengalami pingsan di dalam kendaraan.
“Saat kami tiba di lokasi bersama piket SPKT, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Dari pemeriksaan awal terlihat mulut korban mengeluarkan busa, sehingga kami langsung berkoordinasi dengan Dokpol Inafis RS Bhayangkara untuk pemeriksaan awal,” ujar Iptu Nasrullah Muntu, dikutip dari kabarmakassar.com.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara oleh tim Inafis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda kekerasan. Dugaan sementara mengarah pada penyakit bawaan yang diderita korban. Namun, untuk kepastiannya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan,” jelasnya.
Pihak kepolisian juga telah menghubungi keluarga korban untuk menyampaikan informasi terkait peristiwa tersebut serta berkoordinasi mengenai penanganan jenazah.
“Kami sudah menghubungi keluarga korban. Saat ini kami masih menunggu keputusan keluarga apakah akan dilakukan autopsi atau tidak. Sampai berita ini diturunkan, autopsi belum diputuskan,” tambah Nasrullah.
Polisi menegaskan bahwa penanganan kasus dilakukan sesuai prosedur standar, serta memastikan tidak adanya unsur tindak pidana. Meski demikian, pemeriksaan lanjutan tetap terbuka menunggu hasil medis dan koordinasi lebih lanjut dengan pihak keluarga.
Kasus penemuan jenazah ini kini ditangani oleh Polsek Panakkukang dengan berkoordinasi bersama pihak rumah sakit dan keluarga korban guna memastikan penyebab pasti kematian AR.

















