KATA-KITA.ID | TORAJA UTARA – Dugaan penyalahgunaan distribusi BBM jenis Solar subsidi di SPBU Karassik, Toraja Utara, yang dialami seorang sopir berinisial N mendapat respons dari pihak kepolisian.
N mengaku baru mengetahui adanya transaksi saat hendak menggunakan barcode miliknya untuk mengisi Solar. Ia terkejut karena saldo kuotanya telah terpotong, dan dalam sistem tercatat transaksi terakhir dilakukan di SPBU Karassik.
“Saya tidak pernah mengisi solar di sana (SPBU Karassik), tapi pas saya mau pakai barcode saya untuk mengisi BBM, sudah tidak ada saldonya. Keterangannya di situ transaksi terakhir ada di SPBU Karassik,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Ia menegaskan bahwa barcode tersebut selalu berada dalam penguasaannya. Bahkan, pada waktu yang tercatat sebagai transaksi terakhir, kendaraannya disebut tidak berada di lokasi SPBU tersebut.
Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Toraja Utara, IPTU Ruxon, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya rutin melakukan pengawasan terhadap seluruh SPBU di wilayah hukumnya.
“Kami setiap hari kontrol semua SPBU yang ada di wilayah Toraja Utara, baik jumlah BBM, jenis maupun pendistribusiannya. Setiap hari kami melapor di grup. Kalau ada informasi atau berita yang naik di media sosial, langsung kami tindaki dalam bentuk investigasi ke SPBU yang dimaksud,” ujar IPTU Ruxon, Senin (16/2/2026).
Ia juga meminta pihak yang merasa dirugikan untuk membuat laporan resmi agar dapat diproses sesuai prosedur hukum.
“Kita ke kantor mi buatkan laporan. Dengan dasar laporan tersebut kami melakukan penyelidikan. Tolong bantu kami dengan data yang sudah kita pegang,” tegasnya.
Pihak kepolisian memastikan akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat sesuai mekanisme hukum yang berlaku.































