KATA-KITA.ID | TANA TORAJA – Panitia Pertemuan Raya Perempuan Gereja (PRPrG) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) di Makale secara resmi mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan melalui acara pembubaran panitia yang berlangsung di Gedung Wilayah III Makale, Tana Toraja, Kamis (19/3/2026).
Momentum ini tidak hanya menjadi penutup dari rangkaian kegiatan pelayanan, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen gereja dalam menghadirkan kasih dan kepedulian melalui aksi konkret di tengah masyarakat.
Dalam suasana penuh syukur dan kebersamaan, panitia PRPrG PGI menyalurkan bantuan kepada sejumlah lembaga yang bergerak di bidang pelayanan sosial, kemanusiaan, dan pembangunan gereja.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Panitia PRPrG PGI, Yariana Somalinggi.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Perjalanan pelayanan ini bukan sesuatu yang mudah, namun karena kebersamaan, kerja keras, dan komitmen iman, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik hingga selesai,” Yariana Somalinggi.
Ia menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan tidak hanya bersifat material, tetapi juga menjadi simbol kepedulian, solidaritas, serta panggilan gereja untuk terus hadir menjawab kebutuhan masyarakat.
Daftar Penerima Bantuan
Adapun lembaga penerima bantuan antara lain:
BPSW III Makale – Gereja Toraja: Rp400.000.000
Yayasan Pemulihan Bethesda (pelayanan NAPZA dan ODGJ): Rp10.000.000
Yayasan Ma’panundu (pelayanan anak terlantar): Rp10.000.000
Rumah Singgah Sangalla’: Rp10.000.000
Biro Kesejahteraan Gereja Toraja (BKGT): Rp20.000.000
Panitia Rapat Kerja PWGT 2026: Rp10.000.000
“Bantuan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam memperkuat pelayanan di berbagai sektor, mulai dari pelayanan sosial bagi kelompok rentan hingga penguatan program gereja ke depan,” ujarnya.
Acara pembubaran panitia berlangsung dengan penuh khidmat dalam suasana kekeluargaan, sekaligus menjadi refleksi atas perjalanan pelayanan yang telah dilalui.
Panitia PRPrG PGI berharap nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian yang telah dibangun dapat terus hidup dan menjadi inspirasi bagi pelayanan gereja di masa mendatang.
“Dengan berakhirnya kepanitiaan ini, semangat pelayanan diharapkan tidak berhenti, melainkan terus berlanjut dalam berbagai karya nyata di tengah gereja dan masyarakat,” pungkas Yariana.


























