KATA-KITA.ID | TORAJA UTARA – Sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait pelayanan dan distribusi BBM jenis solar di SPBU Karassik, Toraja Utara. Keluhan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu perhatian publik.
Salah seorang warga inisial “D” mengaku pernah mendatangi SPBU untuk mengisi BBM, namun oleh petugas disebutkan bahwa kendaraannya sudah melakukan pengisian sebelumnya. Padahal, menurut pengakuannya, ia baru tiba dari kampung dan belum pernah mengisi BBM di SPBU mana pun pada hari itu.
“Saya juga pernah baru masuk ngisi, nabilang petugas disitu (SPBU Karassik) mobilku sudah ngisi tadi, padahal saya baru turun dari kampung belum ada ngisi di SPBU manapun,” ujarnya.
Keluhan lain juga datang dari warga inisial “YB” yang mengaku mengantre solar di SPBU Karassik. Ia menyebut ada kendaraan roda empat dengan tangki relatif kecil yang melakukan pengisian hingga nominal mencapai Rp2.200.000. Hal tersebut dinilai janggal dan menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat.
“Pernah saya mengantri solar di SPBU Karassik, didepanku mobil 4 roda mengisi tankinya kecil tapi masuk 2.200.000,” kesalnya.
Berbagai keluhan ini memperkuat sorotan terhadap sistem pengawasan dan mekanisme pengisian BBM bersubsidi di SPBU tersebut. Warga berharap ada transparansi dan evaluasi dari pihak pengelola serta pengawasan dari instansi terkait agar distribusi solar subsidi benar-benar tepat sasaran.
Sebelumnya, dugaan penyalahgunaan distribusi BBM jenis Solar kembali mencuat. Seorang sopir inisial N pemilik barcode resmi untuk pengisian Solar subsidi mengaku mendapati kuotanya telah habis terpakai, padahal ia merasa tidak pernah melakukan pengisian di SPBU Karassik.
Sopir N mengaku baru mengetahui adanya transaksi saat hendak menggunakan barcode miliknya untuk mengisi BBM.
“Saya tidak pernah mengisi solar di sana, tapi pas saya mau pakai barcode saya untuk mengisi BBM, sudah tidak ada saldonya. Keterangannya di situ transaksi terakhir ada di SPBU Karassik (SPBU 7491805,” ujarnya, Minggu 15 Februari 2026.
Ia mengaku terkejut karena merasa selalu memegang dan mengamankan barcode tersebut. Menurutnya, pada waktu yang tercatat sebagai transaksi terakhir, kendaraannya tidak berada di lokasi SPBU tersebut.
Redaksi KATA-KITA.ID sudah berulang meminta konfirmasi ke pihak SPBU Karassik, namun Abigael Pulo Ponglabba selaku owner memilih bungkam.





























