Selamat Merayakan Jumat Agung
BeritaDaerahPendidikanPeristiwa

SPPG Baroko Klarifikasi Dugaan Keracunan MBG di Enrekang: Sampel Makanan Sudah Diuji, Penyebab Belum Dipastikan

×

SPPG Baroko Klarifikasi Dugaan Keracunan MBG di Enrekang: Sampel Makanan Sudah Diuji, Penyebab Belum Dipastikan

Sebarkan artikel ini
Menu Makan Bergizi Gratis SPPG Baroko, Enrekang

MKATA-KITA.ID | ENREKANG – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Baroko, Kabupaten Enrekang, membantah anggapan terjadinya keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Baroko.

Mitra SPPG Baroko, Taufiq, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti yang menyatakan bahwa makanan MBG menjadi penyebab utama kejadian tersebut.

Pasang Iklan di Sini
Pasang Iklan di Sini

“Perlu kami tegaskan, ini belum bisa disimpulkan sebagai keracunan akibat MBG. Penyebabnya masih dalam proses penelusuran,” ujarnya kepada KATA-KITA.ID, Kamis (02/04/2026).

SPPG menilai pemberitaan yang berkembang perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Pasalnya, dari total sekitar 1.850 siswa penerima manfaat MBG di Kecamatan Baroko, hanya 17 siswa dari satu sekolah, yakni SDN 195 Buntu Ampang, yang melaporkan keluhan kesehatan. Sementara ribuan penerima lainnya tidak mengalami gejala serupa.

“Jika ini bersumber dari MBG, seharusnya dampaknya lebih luas, bukan hanya di satu titik,” tambah Taufiq.

Sebagai bentuk tanggung jawab, SPPG Baroko telah mengirimkan sampel makanan ke laboratorium kesehatan di Makassar untuk diuji secara ilmiah.

Hasil uji tersebut kata Taufiq, akan menjadi dasar utama dalam memastikan penyebab sebenarnya, apakah terkait makanan atau faktor lain di luar MBG.

“Mayoritas siswa yang sempat dirawat di Puskesmas Baroko telah dipulangkan karena kondisi mereka membaik. Saat ini hanya tersisa 4 siswa yang masih dalam observasi tenaga medis,” jelas Taufiq.

SPPG Baroko menegaskan pihaknya tidak tinggal diam dan terus mendampingi para siswa sejak awal kejadian.

“Kami mengikuti semua arahan dari pihak puskesmas dan terus mendampingi adik-adik, bahkan ikut bermalam di lokasi untuk memastikan kondisi mereka,” ungkapnya.

SPPG Baroko meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian sebelum hasil resmi laboratorium keluar.

“Kami minta semua pihak menunggu hasil uji laboratorium agar tidak terjadi kesimpulan yang menyesatkan dan merugikan banyak pihak,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *