Selamat Merayakan Jumat Agung
BeritaDaerah

Top Sepekan: Penolakan Proyek Geothermal Bittuang, Aksi Massa hingga Sorotan ke Pemda Tana Toraja

×

Top Sepekan: Penolakan Proyek Geothermal Bittuang, Aksi Massa hingga Sorotan ke Pemda Tana Toraja

Sebarkan artikel ini

KATA-KITA.ID | TANA TORAJA – Penolakan terhadap rencana proyek geothermal di Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja terus memanas dalam sepekan terakhir. Gelombang aksi masyarakat, pernyataan pejabat, hingga polemik sikap pemerintah daerah menjadi sorotan publik.

Berikut rangkuman perkembangan isu geothermal Bittuang dalam sepekan terakhir yang berhasil dirangkum KATA-KITA.ID, edisi Selasa (17/03/2026)

Pasang Iklan di Sini
Pasang Iklan di Sini

BACA JUGA: Simbol Perlawanan Proyek Geothermal, Massa Aksi Bakar Ban di Kantor Bupati Tana Toraja

Aksi Massa hingga Bakar Ban di Kantor Bupati

Gelombang penolakan memuncak saat massa dari Kecamatan Bittuang dan Masanda menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Tana Toraja, Jumat (13/03/2026).

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan penolakan terhadap proyek geothermal yang dinilai berpotensi merusak lingkungan dan mengancam kehidupan masyarakat. Aksi bahkan sempat memanas dengan pembakaran ban sebagai bentuk kekecewaan terhadap sikap pemerintah daerah.

BACA JUGA: Warga Tolak Geothermal Bittuang Kecewa, Bupati Tak Muncul, Surat Rekomendasi Tak Jelas

Bupati Tak Ditemui, Warga Kecewa

Kekecewaan massa semakin memuncak setelah Bupati Tana Toraja tidak berada di tempat saat aksi berlangsung. Massa hanya ditemui oleh Wakil Bupati, namun tidak mendapatkan jawaban tegas terkait tuntutan mereka.

Hal ini memicu kritik dari masyarakat yang menilai pemerintah daerah tidak serius merespons aspirasi warga.

Surat Rekomendasi DPRD Dipertanyakan

Selain aksi lapangan, polemik juga muncul terkait surat rekomendasi penolakan geothermal dari DPRD Tana Toraja.

BACA JUGA: Warga Bittuang Desak Bupati Tana Toraja Nyatakan Sikap Tertulis Tolak Geothermal

Masyarakat mempertanyakan kejelasan pengiriman surat tersebut ke pemerintah pusat, karena hingga saat ini tidak ada bukti konkret bahwa rekomendasi tersebut benar-benar telah diteruskan ke kementerian terkait.

Perwakilan masyarakat menilai kondisi ini menunjukkan lemahnya tindak lanjut pemerintah daerah dalam memperjuangkan aspirasi warga.

BACA JUGA: Aliansi Rakyat Tolak Geothermal Seruduk Kantor Bupati, Massa Desak Sikap Tegas Bupati Zadrak Tombeg

Pernyataan Camat Picu Kontroversi

Situasi semakin memanas setelah beredarnya pernyataan Camat Bittuang di media sosial yang dinilai kontroversial.

Dalam pernyataannya, camat menyebut bahwa proyek geothermal tidak perlu ditakuti dan bahkan mengaitkan aksi penolakan dengan potensi terganggunya penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.

BACA JUGA: Viral di Medsos, Camat Bittuang Sebut Penolakan Geothermal Bisa Pengaruhi Bansos dan PKH

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras karena dianggap sebagai bentuk tekanan terhadap warga yang menolak proyek geothermal.

Warga Tegaskan Akan Terus Melawan

Masyarakat Bittuang menegaskan tidak akan menghentikan perjuangan mereka hingga pemerintah daerah menunjukkan sikap tegas secara tertulis terkait penolakan proyek geothermal.

Warga juga menyatakan akan terus melakukan tekanan, baik melalui aksi unjuk rasa maupun langkah-langkah lainnya, jika pemerintah tetap memaksakan proyek tersebut.


BACA JUGA: Proyek Geothermal Bittuang Tanpa Sosialisasi, Warga Balla Tegas Menolak

Penolakan ini didasari oleh berbagai kekhawatiran, mulai dari potensi krisis air bersih, ancaman gempa mikro, pencemaran gas berbahaya, hingga kerusakan ekosistem adat dan budaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *