Example floating
Example floating
ArtikelBeritaDaerahPendidikan

Victor Datuan Batara Bagikan Strategi Manajemen Konflik kepada Mahasiswa DYD Generation 4th Politeknik Dewantara

×

Victor Datuan Batara Bagikan Strategi Manajemen Konflik kepada Mahasiswa DYD Generation 4th Politeknik Dewantara

Sebarkan artikel ini

TORAJA UTARA | KATA-KITA – Pimpinan PT Malea Hydro Energi, AKBP (Purn) Victor Datuan Batara, S.H., menjadi pemateri dalam kuliah Manajemen Konflik pada kegiatan Dewantara Youth Diplomacy (DYD) Generation 4th 2026 Politeknik Dewantara gelombang pertama, yang digelar di Museum Ne’gandeng, Kabupaten Toraja Utara, Sabtu (31/1/2026).

DYD Generation 4th 2026 merupakan salah satu program akademik unggulan Politeknik Dewantara yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan wawasan kepemimpinan, diplomasi, serta kemampuan menyelesaikan konflik di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks. Kegiatan ini diikuti mahasiswa dari berbagai program studi dan berlangsung dengan antusiasme tinggi.

Pasang iklan Disini
Pasang Iklan Disini

Sesi pemaparan materi dipandu oleh dosen Politeknik Dewantara, Chalik Mawardi, S.P., M.Si., yang mengarahkan diskusi agar berjalan dinamis dan interaktif.

Dilansir dari polidewa.ac.id, dalam pemaparannya, Victor Datuan Batara menekankan bahwa manajemen konflik merupakan keterampilan penting yang wajib dimiliki generasi muda, khususnya mahasiswa, baik dalam kehidupan organisasi, dunia kerja, maupun kehidupan bermasyarakat. Ia menyampaikan materi dengan gaya komunikatif, disertai pengalaman nyata dari perjalanan panjang kariernya di bidang pemerintahan, kepolisian, hingga politik.

Mantan Wakil Bupati Tana Toraja dan mantan Kapolres Tana Toraja yang kini juga menjabat Ketua DPD II Partai Golkar Tana Toraja itu turut membagikan pengalamannya saat terlibat dalam penanganan konflik di Poso. Menurutnya, penyelesaian konflik membutuhkan ketenangan, ketegasan, serta kemampuan komunikasi yang baik dengan semua pihak.

“Konflik tidak selalu harus dihindari, tetapi harus dikelola dengan tepat agar menghasilkan solusi yang konstruktif,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa memahami akar masalah, menjaga komunikasi, dan mengedepankan pendekatan persuasif menjadi kunci utama dalam manajemen konflik.

Diskusi berlangsung hidup dengan berbagai pertanyaan dari peserta, baik terkait konsep manajemen konflik maupun penerapannya di lapangan. Setiap pertanyaan dijawab lugas oleh pemateri, sekaligus memberikan motivasi kepada mahasiswa agar berani berpendapat dan mengambil peran dalam menghadapi tantangan masa depan.

Selain materi utama, Victor juga memotivasi mahasiswa untuk memiliki visi yang jelas, fokus pada tujuan, serta berani mengambil risiko. Menurutnya, kegagalan adalah bagian dari proses pembelajaran yang akan membentuk karakter dan mental kepemimpinan.

Di akhir kegiatan, Direktur Politeknik Dewantara, Dr. Suaedi, M.Si., secara simbolis menyerahkan sertifikat kepada pemateri sebagai bentuk apresiasi. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara pemateri, pimpinan, dosen, dan peserta DYD Generation 4th 2026.

Melalui kegiatan ini, Politeknik Dewantara berharap mahasiswa memperoleh bekal pengetahuan dan pengalaman praktis dalam membangun karakter kepemimpinan, kemampuan diplomasi, serta keterampilan manajemen konflik yang dibutuhkan di masa mendatang.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *