KATA-KITA.ID | TANA TORAJA — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pantan Makale memberikan klarifikasi terkait viralnya temuan buah busuk dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Makale pada Rabu 11 Februari 2026 lalu.
Kepala SPPG Pantan Makale, Welem Iswan Fransiskus, menyampaikan bahwa pihaknya memahami kekhawatiran masyarakat, khususnya orang tua dan pihak sekolah, terkait kualitas makanan yang dikonsumsi peserta didik.
“Kami memahami sepenuhnya kekhawatiran masyarakat. Kepedulian ini menjadi perhatian serius bagi kami dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab,” ujar Welem, Jumat 13 Februari 2026.
Ia menegaskan bahwa seluruh bahan pangan, termasuk buah yang digunakan dalam program MBG, telah melalui proses penerimaan dan pemeriksaan sesuai standar yang berlaku.
“Pemeriksaan dilakukan sejak bahan diterima dari supplier, mencakup kondisi fisik, tingkat kematangan, serta kelayakan untuk didistribusikan. Pada saat itu dinyatakan layak konsumsi,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga menyertakan sampel makanan dalam setiap distribusi paket MBG untuk dilakukan uji organoleptik di sekolah.
“Tujuannya untuk mendeteksi lebih awal apabila terdapat kerusakan pada makanan yang didistribusikan, sehingga dapat segera dilaporkan dan kami bisa mengambil tindakan yang tepat,” tambah Welem.
Menurutnya, setelah pihak sekolah menyampaikan laporan terkait adanya buah yang mengalami kerusakan, SPPG Pantan Makale langsung menindaklanjuti dengan melakukan penggantian buah yang rusak pada hari yang sama.
“Sehingga makanan yang diterima peserta didik tetap dalam kondisi layak,” tegasnya.
Atas kejadian tersebut, Welem mewakili SPPG Pantan Makale juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan pelayanan masih terdapat kekeliruan atau kekurangan.
BACA JUGA: SPPG Pantan Makale Diduga Lalai, Siswa Terima Buah Busuk
Pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh agar mutu pelayanan program MBG semakin optimal ke depan.
SPPG Pantan Makale juga menyatakan terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun, dengan harapan setiap masukan dapat disampaikan melalui mekanisme yang baik dan sesuai prosedur. (*)



























