KATA-KITA.ID | TANA TORAJA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Makale, Tana Toraja, mendadak menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang memperlihatkan buah busuk dalam menu MBG viral di media sosial Facebook, Rabu (11/2/2026).
Dalam video berdurasi 35 detik tersebut, terlihat buah salak yang menjadi bagian dari menu MBG dalam kondisi busuk dan bahkan ditemukan belatung di dalamnya. Video itu diunggah oleh seorang guru di salah satu Sekolah Dasar di Makale.
Tak lama setelah viral, video tersebut kemudian dihapus dari media sosial.
Saat dikonfirmasi ke pihak sekolah, pihak guru membenarkan kejadian tersebut. Ia mengakui bahwa beberapa buah salak dalam paket MBG memang dalam kondisi busuk.
“Buahnya memang ada yang busuk. Sebelum dibagikan ke siswa, kami dari UKS melakukan penyortiran, dan di situlah diketahui kondisinya. Kami langsung meminta pihak MBG untuk mengganti,” ujar guru tersebut, dikutip dari Karebatoraja.com
Sementara itu, Kepala Sekolah mengaku tidak mengetahui adanya buah dalam menu MBG pada hari tersebut karena sedang mengikuti rapat di luar sekolah.
“Kemarin saya ikut rapat di luar, jadi tidak mengetahui jika ada kejadian seperti itu,” katanya.
Di sisi lain, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pantan Makale selaku penyedia MBG saat dikonfirmasi di kantornya tidak bersedia memberikan keterangan resmi.
Dua staf SPPG Pantan yang menemui wartawan menyampaikan bahwa mereka tidak dapat memberikan penjelasan lebih lanjut karena pimpinan sedang berada di luar kantor.
“Pimpinan saat ini sedang berada di luar kantor dan tidak bisa memberikan keterangan,” ujar salah satu staf.
Terkait buah yang busuk, kedua staf tersebut menyatakan bahwa buah telah diganti setelah menerima laporan dari pihak sekolah dan video yang beredar sudah dihapus sehingga persoalan dianggap selesai.
Namun saat ditanya mengenai proses penyortiran sebelum distribusi, mereka mengaku bahwa buah sebenarnya telah disortir terlebih dahulu, meskipun tidak dapat memastikan kondisi bagian dalam buah.
“Kami sudah sortir sebelum distribusi, tetapi memang tidak bisa melihat sampai ke dalam buah,” jelasnya.
Pihak SPPG juga mengklaim bahwa buah yang disiapkan adalah buah segar. Namun fakta di lapangan menunjukkan adanya buah yang diterima sekolah dalam kondisi busuk.
Kasus ini pun menuai perhatian masyarakat yang mempertanyakan kualitas pengawasan dalam program MBG yang seharusnya menjamin asupan bergizi dan aman bagi siswa.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pimpinan SPPG Pantan Makale terkait kejadian tersebut. (*)
































Respon (1)