KATA-KITA.ID | TORAJA UTARA – Sebanyak 70 siswa dan satu staf SMA Negeri 3 Toraja Utara (Torut) mengalami sakit perut setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (8/10/2026). Mereka dilarikan ke Puskesmas Rantepangli untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga Jumat (9/10/2026), satu siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas. Dugaan keracunan makanan tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Kepala SMAN 3 Toraja Utara, Lukas Tandibadoang, mengatakan pihak sekolah belum bisa menyimpulkan penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa dan staf.
“Gejala itu kita belum boleh mengatakan keracunan. Ada kemarin sakit perut, itu sudah kita bawa ke puskesmas sampai sekarang ada 70 siswa dan satu staf kita,” ujar Lukas, Jumat (9/10/2026) dilansir dari UPDATENEWS.COM.
Menurut Lukas, para siswa dan staf mengalami sakit perut setelah mengonsumsi menu MBG yang terdiri atas nasi, ayam, sayur, kacang panjang, pare, dan buah melon.
“SPPG yang dari Palawa,” katanya, merujuk pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang menyediakan makanan tersebut.
Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Toraja Utara, Salvius Pasang saat dikonfirmasi terkait dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa dan seorang staf tersebut, Salvius Pasang memilih bungkam dan belum memberikan tanggapan.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab sakit perut yang dialami 70 siswa dan satu staf SMAN 3 Toraja Utara masih belum dipastikan.
Kepastian mengenai dugaan keracunan tersebut menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.







































