KATA-KITA.ID | TANA TORAJA – Pihak SMPN 1 Makale mengungkap bahwa sampel makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Penuhkan Gizi (SPPG) Batupapan I yang dicicipi sebelum dibagikan kepada siswa hanya berasal dari satu paket atau satu porsi, bukan seluruh paket yang diterima sekolah.
Hal tersebut disampaikan Kepala SMPN 1 Makale, Yohanis Pakiding, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Paripurna DPRD Tana Toraja, Jumat (4/9/2026).
BACA JUGA: Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG, PELEDAK Desak BGN dan Pemda Tator Usut Penyebabnya
Menurut Yohanis, setiap paket MBG atau ompreng yang diterima sekolah sebelumnya memang telah dicicipi oleh PIC atau Person Ini Charge/penanggung jawab dari pihak sekolah yang ditugaskan untuk memastikan makanan sebelum dibagikan kepada siswa.
Namun, ia menjelaskan bahwa makanan yang dijadikan sampel hanya satu paket.
“Apa yang diuji di sekolah itu cuma satu, tidak semua ompreng dibuka karena sudah diikat. Kalaupun nanti dibuka, ya kami takut salah lagi kalau kami buka,” katanya.
Yohanis bahkan mempertanyakan apakah satu porsi makanan tersebut dapat benar-benar mewakili seluruh paket MBG yang diterima sekolah.
“Saya tidak tahu, apakah yang dicicipi ini bisa menjamin bahwa satu ini mewakili dari semua,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut mencuat di tengah insiden ratusan siswa SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi MBG.
BACA JUGA: DPRD Tana Toraja Rekomendasikan SPPG Batupapan I Disuspend
Meski demikian, Yohanis menegaskan pihak sekolah hingga saat ini belum dapat memastikan bahwa keluhan kesehatan yang dialami siswa disebabkan oleh makanan MBG.
Ia menyebut, sebanyak 148 siswa SMPN 1 Makale telah dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan, meski sebagian di antaranya sudah diperbolehkan pulang.
Selain siswa yang menjalani perawatan, terdapat sekitar 30 siswa lainnya yang mengalami keluhan serupa namun tidak sampai dirawat di rumah sakit.
Tak hanya siswa, Yohanis juga menyebut sejumlah guru mengalami gejala yang relatif sama.
“Siswa dan guru rata-rata merasakannya,” ujarnya.
Akibat insiden tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batupapan I kini di suspend atau dihentikan sementara sambil menunggu hasil uji laboratorium.







































