KATA-KITA.ID | TANA TORAJA – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tana Toraja terkait pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat diskors, Jumat (4/9/2026).
RDP yang berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Tana Toraja tersebut dihentikan sementara setelah sejumlah anggota dewan mempersoalkan ketidakhadiran pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batupapan I dan pihak sekolah.
Anggota DPRD Tana Toraja dari Fraksi NasDem, Semuel Tandirerung, meminta rapat tidak dilanjutkan sebelum pihak SPPG dan sekolah dihadirkan.
“Kalau tidak dihadirkan, kami akan keluar,” tegas Semuel.
Hal senada disampaikan anggota Fraksi NasDem lainnya, Semuel Eban Kalebu Mundi. Ia menilai pihak SPPG sebagai pihak yang berkaitan langsung dengan persoalan pelaksanaan MBG seharusnya hadir dalam RDP.
Menurutnya, pembahasan tidak akan maksimal jika pihak yang menjadi objek persoalan tidak diberikan kesempatan untuk memberikan penjelasan secara langsung di hadapan DPRD.
Menanggapi desakan tersebut, Ketua DPRD Tana Toraja Kendek Rante yang memimpin jalannya rapat kemudian memutuskan untuk menskorsing RDP.
“Pihak SPPG sementara diperiksa di Polres Tana Toraja. Kalau pihak sekolah sudah sementara dalam perjalanan. Kita skors rapat sambil menunggu,” ujar Kendek Rante sembari mengetuk palu tanda rapat diskors.
RDP tersebut digelar di tengah polemik terhadap pelaksanaan program MBG di Tana Toraja setelah ratusan siswa SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale mengalami keluhan kesehatan hingga mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit.
Hingga RDP diskors, DPRD masih menunggu kehadiran pihak SPPG dan sekolah untuk mendapatkan penjelasan secara langsung terkait pelaksanaan program MBG serta insiden yang dialami para siswa.







































