ArtikelBeritaDaerah

Komisi II DPRD Tana Toraja Temukan Elpiji 3 Kg Dijual Rp50 Ribu di Simbuang, Pupuk Subsidi Belum Masuk

×

Komisi II DPRD Tana Toraja Temukan Elpiji 3 Kg Dijual Rp50 Ribu di Simbuang, Pupuk Subsidi Belum Masuk

Sebarkan artikel ini

KATA-KITA.ID | TANA TORAJA – Komisi II DPRD Tana Toraja menggelar kunjungan lapangan ke Kecamatan Simbuang, Kamis (09/04/2026), untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait tingginya harga elpiji 3 kilogram dan belum tersalurnya pupuk subsidi di wilayah Simbuang dan Mappak.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Tana Toraja, Semuel P. Tandirerung, bersama staf Sekretariat DPRD Tana Toraja.

Sebelumnya, Komisi II telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna menggali informasi terkait persoalan yang dikeluhkan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi II mendatangi sejumlah kios dan pengecer di Kecamatan Simbuang. Dari hasil peninjauan lapangan, ditemukan fakta bahwa elpiji subsidi 3 kilogram dijual dengan harga mencapai Rp50.000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Menurut Semuel Tandirerung, berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, elpiji tersebut dipasok oleh penyalur dari Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dengan harga sekitar Rp40.000 per tabung di tingkat pengecer.

“Kami menemukan harga elpiji 3 kilogram di Simbuang mencapai Rp50 ribu per tabung. Ini tentu menjadi beban bagi masyarakat karena jauh di atas harga yang seharusnya,” ujar Semuel.

Ia menyayangkan minimnya pengawasan dari instansi terkait terhadap distribusi dan harga elpiji subsidi, khususnya di wilayah terpencil seperti Kecamatan Simbuang.

Karena itu, Komisi II DPRD Tana Toraja merekomendasikan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan agar lebih aktif melakukan pengawasan terhadap distribusi dan harga elpiji subsidi di lapangan.

Selain persoalan elpiji, Komisi II juga menelusuri keluhan masyarakat terkait pupuk subsidi yang hingga saat itu belum tersedia di Kecamatan Simbuang dan Mappak.

Dari hasil pertemuan dengan pemerintah kecamatan dan masyarakat setempat, diketahui belum adanya kios atau pengecer resmi yang bersedia menjadi penyalur pupuk subsidi di kedua wilayah tersebut.

“Untuk pupuk subsidi, memang benar belum masuk ke Simbuang dan Mappak karena belum ada pengecer atau gardu yang menyalurkannya. Namun dalam kunjungan ini kami sudah bertemu dengan masyarakat yang bersedia menjadi penyalur, sehingga kami berharap pupuk subsidi segera tersedia di wilayah ini,” jelas Semuel.

Komisi II DPRD Tana Toraja berharap persoalan distribusi elpiji dan pupuk subsidi di daerah terpencil dapat segera ditangani agar masyarakat mendapatkan haknya dengan harga yang wajar dan sesuai ketentuan pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang Copy Paste