ArtikelBeritaDaerahEnrekangPeristiwa

Polisi Jadi Penengah, Perselisihan Dua Tim Sepak Bola Wanita di Kalosi Berakhir Damai

×

Polisi Jadi Penengah, Perselisihan Dua Tim Sepak Bola Wanita di Kalosi Berakhir Damai

Sebarkan artikel ini

KATA-KITA.ID | ENREKANG – Perselisihan antara Tim Sepak Bola Wanita Angkasa Biru dan Tim Sepak Bola Wanita Cinta Damai Bia yang terjadi saat pertandingan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.

Kedua pihak sepakat berdamai setelah menjalani proses mediasi yang berlangsung di wilayah Kelurahan Kalosi, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, Minggu (30/8/2026).

Perselisihan sebelumnya terjadi saat pertandingan antara Tim Angkasa Biru dan Tim Cinta Damai Bia di Lapangan Sepak Bola Haji Andi Baso Nur Rasyid Kalosi, Rabu (26/8/2026).

Kejadian tersebut kemudian direkam dan videonya beredar di media sosial.

Dalam mediasi, perwakilan Tim Angkasa Biru, inisial E (25), menyampaikan permohonan maaf kepada perwakilan Tim Cinta Damai Bia, R (20).

E mengakui tindakan yang dilakukannya merupakan kesalahan dan terjadi karena khilaf.

Permohonan maaf tersebut diterima oleh R dengan syarat agar tindakan serupa tidak kembali dilakukan, baik kepada dirinya maupun kepada pihak lainnya.

Hasil mediasi kemudian dituangkan dalam Surat Kesepakatan Damai yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Dalam kesepakatan tersebut, kedua pihak sepakat untuk saling meminta maaf, tidak mengulangi perbuatan yang dapat menyinggung pihak lainnya serta tidak lagi memberikan komentar di media sosial terkait perselisihan yang terjadi.

Keduanya juga sepakat apabila di kemudian hari salah satu pihak kembali melakukan perbuatan serupa atau mengingkari isi kesepakatan, maka masing-masing pihak siap diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kanit Intelkam Polsek Alla, Aipda Ihwan, SH, turut hadir dalam proses mediasi tersebut bersama unsur pemerintah setempat.

Mediasi dilakukan sebagai langkah untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan sekaligus mencegah terjadinya perselisihan lanjutan.

Pihak kepolisian juga mengingatkan kedua pihak agar menjadikan persoalan tersebut sebagai pembelajaran dan tidak kembali melakukan tindakan yang dapat memicu konflik.

“Kami berharap dengan adanya kesepakatan damai ini, persoalan tidak lagi diperpanjang. Kedua pihak diharapkan menjaga hubungan baik dan bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” kata Aipda Ihwan.

Selain Aipda Ihwan, mediasi turut dihadiri Lurah Kalosi Suardi, S.AP, Kepala Desa Tallung Tondok Nasri Sapa, Ketua Panitia Abu Nawar, serta perwakilan kedua tim.

Kesepakatan damai tersebut disaksikan oleh Suryadi Mundi, Sirajuddin, Abu Nawar dan Ayyung.

Dengan tercapainya kesepakatan, kedua pihak menyatakan tidak akan memperpanjang persoalan dan berkomitmen menjaga hubungan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang Copy Paste