ArtikelBeritaDaerahNasional

Anggota DPR RI Frederik Kalalembang Semprot Pemda Tator: Burake Jangan Dibiarkan Rusak karena Kelalaian

×

Anggota DPR RI Frederik Kalalembang Semprot Pemda Tator: Burake Jangan Dibiarkan Rusak karena Kelalaian

Sebarkan artikel ini

KATA-KITA.ID | TANA TORAJA – Polemik viralnya hiburan karaoke dangdut di kawasan Objek Wisata Religi Patung Tuhan Yesus Buntu Burake terus menuai sorotan. Kali ini kritik keras datang dari Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Dapil Sulawesi Selatan III, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Frederik Kalalembang, yang menilai pemerintah daerah kurang serius mengelola salah satu ikon wisata unggulan Tana Toraja.

Frederik mengaku sangat menyayangkan apabila Pemerintah Kabupaten Tana Toraja benar-benar tidak mengetahui adanya kegiatan yang berlangsung di kawasan Buntu Burake, sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Tana Toraja.

“Sangat disesalkan kalau Pemerintah Kabupaten Tana Toraja kecolongan dan tidak mengetahui acara di atas Burake. Artinya sudah tidak ada lagi perhatian terhadap pariwisata, padahal Burake ini adalah objek pariwisata yang utama,” tegas Frederik, kepada KATA-KITA.ID, Minggu (12/07/2026).

Menurut Mantan Deputi Badan Kemanan Nasional (Bakamla RI) Burake merupakan aset wisata strategis yang dibangun dengan investasi besar pada masa pemerintahan Bupati Theofilus Allorerung. Karena itu, kawasan tersebut seharusnya mendapat perhatian dan pengelolaan yang maksimal.

“Saya sudah beberapa kali, dan tidak bosan-bosannya, menyampaikan kepada Bupati Zadrak agar objek wisata di Tana Toraja dibenahi. Burake pernah menjadi destinasi wisata yang mendatangkan banyak wisatawan, bahkan wisatawan mancanegara. Namun karena kurangnya perhatian, kondisinya kini seperti tidak berbeda dengan tempat yang tidak terurus,” ujarnya.

Frederik menilai persoalan yang mencuat bukan sekadar soal adanya hiburan dangdut di kawasan wisata religi, tetapi menunjukkan lemahnya pengawasan pemerintah terhadap aset pariwisata daerah.

“Kalau benar Dinas Pariwisata tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut, tentu ini menjadi pertanyaan besar. Persoalannya bukan sekadar tahu atau tidak tahu, tetapi ada atau tidaknya kepedulian terhadap pengelolaan objek wisata di Tana Toraja,” katanya.

Ia juga kembali mengingatkan Bupati Tana Toraja agar segera menuntaskan berbagai persoalan yang selama ini menghambat penataan kawasan Burake, termasuk sengketa kepemilikan lahan yang disebut-sebut masih menjadi kendala.

“Saya sudah menyampaikan kepada Bupati Zadrak bahwa apabila memang ada persoalan kepemilikan lahan di Burake, maka harus segera diverifikasi. Cek keabsahan sertifikatnya dan telusuri asal-usul hak atas tanah tersebut sehingga semuanya menjadi jelas. Itu merupakan bagian dari tugas pemerintah daerah bersama Forkopimda,” tegasnya.

Tak hanya itu, Frederik mengungkapkan akan menelusuri pengelolaan anggaran sektor pariwisata di Kabupaten Tana Toraja untuk memastikan pemanfaatannya berjalan sesuai ketentuan.

“Saya juga akan mengecek kepada penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus mengenai anggaran pembangunan sektor pariwisata di Tana Toraja. Saya ingin memastikan apakah memang tidak tersedia anggaran untuk pembangunan dan pemeliharaan objek wisata, atau justru ada anggaran yang belum dimanfaatkan maupun digunakan tidak sesuai peruntukannya. Semua itu tentu harus dibuktikan berdasarkan data dan mekanisme hukum yang berlaku,” ujarnya.

Menurut Frederik, langkah tersebut bukan untuk mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset serta anggaran pariwisata.

“Kalau ada kepedulian, persoalan seperti ini tentu bisa diketahui lebih awal dan segera ditangani. Sangat disayangkan apabila kawasan wisata yang menjadi ikon Tana Toraja justru dimanfaatkan untuk kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi utamanya tanpa pengawasan yang memadai,” pungkasnya.

Sebelumnya, video hiburan karaoke dangdut di kawasan Objek Wisata Religi Buntu Burake viral di media sosial dan menuai kritik publik. Kepala Dinas Pariwisata Tana Toraja, Adelheid Sosang, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda penyambutan Ketua Umum TP-PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, saat berkunjung ke Destinasi Tujuan Wisata (DTW) Buntu Burake.

“Bukan konser ini. Ini kunjungan Ketua TP-PKK Pusat, Ibu Tito Karnavian, ke DTW Burake. Santai di atas ada hiburan dan makan malam,” ujar Adelheid melalui pesan singkat kepada KATA-KITA.ID, Kamis (3/7/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang Copy Paste